Dongeng Dari India : Tiga Pangeran dan Peri Air
September 20, 2026 · Anonim
Sukusatra-Raja memiliki dua anak kesayangan bernama Pangeran Matahari dan Pangeran Bulan. Suatu hari, Raja memanggil kedua pangeran tersebut untuk menemui dirinya di istana. Beliau ingin mendidik kedua anaknya agar menjadi pribadi yang mandiri dan kuat.
Raja menyuruh kedua pangeran untuk pergi dan hidup prihatin di dalam hutan. Jika mendengar kabar Raja telah tiada, mereka harus segera pulang ke kerajaan. Mereka diminta untuk bersiap memimpin seluruh rakyat dan menjadi raja yang bijaksana.
Kedua pangeran mematuhi perintah tersebut tanpa membantah sedikit pun. Hidup prihatin di dalam hutan memang menjadi syarat wajib di kerajaan mereka. Hal ini dilakukan agar calon pemimpin masa depan memiliki mental yang tangguh.
Pangeran Matahari dan Pangeran Bulan segera berangkat menuju hutan yang lebat. Setelah berjalan cukup jauh, mereka memutuskan beristirahat di dekat sebuah kolam jernih. Pangeran Matahari meminta adiknya untuk mengambil air minum di kolam tersebut.
Pangeran Bulan berjalan mendekati tepi kolam dengan membawa wadah air. Tiba-tiba, sesosok Peri Air yang ajaib muncul dari dalam permukaan kolam. Peri Air itu langsung memberikan sebuah pertanyaan sulit kepada Pangeran Bulan.
“Bagaimana rupa dari sosok peri yang baik itu?” tanya Peri Air. Pangeran Bulan yang terkejut langsung menjawab dengan asal dan seadanya.
“Mungkin rupa peri yang baik itu indah seperti bintang dan rembulan,” jawabnya.
Jawaban yang diberikan oleh Pangeran Bulan ternyata salah dan keliru. Peri Air menjadi sangat marah lalu menculik sang pangeran ke dalam guanya. Pangeran Matahari yang menunggu di luar mulai merasa cemas karena adiknya belum kembali.
Firasat Pangeran Matahari mengatakan bahwa adiknya sedang berada dalam bahaya besar. Ia segera mempertajam pandangannya dan memeriksa ke seluruh penjuru area kolam. Di sana, ia melihat seorang pencari kayu yang gerak-geriknya sangat mencurigakan.
Pangeran Matahari tahu bahwa pencari kayu itu adalah jelmaan Peri Air. “Kau pasti telah menculik adikku yang berharga, di mana dia sekarang?” tanya Pangeran Matahari. Peri Air menjawab dengan berani bahwa ia memang telah menyembunyikan adiknya.
Peri Air menjelaskan bahwa ia selalu menangkap siapa saja yang gagal menjawab pertanyaannya. Pangeran Matahari tidak tinggal diam dan langsung menantang Peri Air untuk menguji dirinya. Ia ingin menyelamatkan adiknya yang sedang ditahan di dalam gua.
Mereka akhirnya membuat sebuah kesepakatan yang adil sebelum ujian dimulai. Jika Pangeran Matahari bisa menjawab dengan benar, maka adiknya harus segera dibebaskan. Namun, jika jawabannya salah, Peri Air boleh menangkap dan menghukum dirinya juga.
Peri Air kemudian mengajukan pertanyaan yang sama tentang rupa peri yang baik. Pangeran Matahari menjawab dengan tenang, “Peri yang baik adalah yang memiliki hati tulus dan takut berbuat dosa.”
Peri Air sangat kagum dengan jawaban yang sangat bijaksana dari sang pangeran. Sesuai janji yang telah disepakati, Peri Air langsung membebaskan Pangeran Bulan. Kedua pangeran tersebut akhirnya bisa berkumpul kembali dengan selamat dan melanjutkan petualangan mereka.
Keberanian dan kecerdasan yang didasari oleh ketulusan hati akan selalu membawa keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kita harus selalu berpikir dengan tenang dan bijaksana saat menghadapi masalah yang sulit. Selain itu, menepati janji yang telah dibuat adalah wujud nyata dari sebuah kehormatan dan kebaikan yang sejati.