Lewati ke konten

Dongeng Dari India : Pencurian Tiara Putri Kajal

September 19, 2026 · Anonim

Sukusastra-Peti kayu tempat Putri Kajal menyimpan tiara emas tampak terbuka paksa. Jantung sang putri berdetak sangat kencang karena merasa panik. Ketika memeriksa isi peti tersebut, tiara berharga miliknya telah hilang.

Putri Kajal merasa sangat sedih dan juga bingung. Padahal, benda berharga itu harus ia kenakan untuk mengunjungi kerajaan tetangga. Padahal, ada dua pengawal yang berjaga ketat di depan pintu kamarnya.

Kejadian aneh ini segera dilaporkan kepada Raja Salman. Sang Raja merasa heran karena pencuri bisa masuk ke kamar anaknya. Beliau lalu mengutus Patih Rangga untuk menyelidiki kasus kehilangan ini.

Patih Rangga segera memanggil tiga pengasuh Putri Kajal untuk diperiksa. Pengasuh pertama adalah seorang wanita yang rambutnya sudah memutih. Patih Rangga bertanya apakah ia melihat tiara emas milik putri tadi malam.

Pengasuh pertama menjawab bahwa ia melihat peti itu di atas meja. Namun, ia tidak berani menyentuhnya tanpa izin dari Putri Kajal.

Setelah itu, Patih Rangga meminta pengasuh kedua untuk masuk ke ruangan.

Patih Rangga menatap wajah pengasuh kedua dengan sangat teliti. Ia lalu mengajukan pertanyaan yang sama kepada pengasuh tersebut.

Pengasuh kedua menjawab bahwa ia tidak berani menyentuh tiara tanpa izin putri.

Selanjutnya, pengasuh ketiga yang berusia paling muda masuk ke ruangan. Ia menjelaskan bahwa tugasnya adalah menyiapkan perhiasan untuk sang putri. Namun, ia mengaku tidak tahu mengapa tiara emas itu bisa hilang.

Patih Rangga merasakan ada hal yang aneh dalam pemeriksaan ini. Ia kemudian mengumpulkan ketiga pengasuh dan Putri Kajal di satu ruangan. Patih Rangga bersiap untuk mengumumkan keputusan penting di depan mereka.

Patih Rangga menyatakan bahwa ketiga pengasuh dinyatakan bebas dari tuduhan. Ia justru menyalahkan Putri Kajal karena dianggap lalai menjaga barang berharganya. Putri Kajal pun dihukum tidak boleh keluar kamar selama satu bulan.

Mendengar keputusan tersebut, Putri Kajal menangis dengan sangat sedih. Ia merasa tidak bersalah karena selalu meletakkan tiara di atas meja. Namun, ia tidak bisa membantah perintah dari Patih Rangga.

Melihat tangisan sang putri, pengasuh pertama tiba-tiba mendekati Patih Rangga. Ia memohon agar hukuman untuk Putri Kajal segera dicabut. Pengasuh pertama mengaku tidak tega melihat anak asuhnya dihukum.

Patih Rangga menegaskan bahwa orang yang bersalah harus tetap dihukum. Pengasuh pertama langsung bersujud dan mengatakan bahwa putri tidak bersalah. Ia akhirnya mengaku sebagai orang yang telah mengambil tiara emas tersebut.

Pengasuh pertama menjelaskan alasannya mengambil tiara berharga milik putri. Anaknya yang bekerja sebagai penjaga perbatasan memberi tahu sebuah kabar buruk. Segerombolan penjahat berencana merampok Putri Kajal demi mendapatkan tiara emas itu.

Ia menyembunyikan tiara agar Putri Kajal membatalkan kunjungan ke kerajaan tetangga. Dengan begitu, sang putri akan tetap aman dan selamat dari bahaya. Pengasuh pertama melakukan hal tersebut demi melindungi keselamatan Putri Kajal.

Patih Rangga menasihati pengasuh itu agar lain kali langsung melapor kepadanya. Ia mengampuni kesalahan pengasuh tersebut dan memintanya mengembalikan tiara emas. Putri Kajal pun bersiap untuk tetap berangkat melaksanakan perjalanannya.

Patih Rangga segera menyiapkan pasukan perang berkat informasi berharga tersebut. Ketika rombongan sampai di perbatasan, kawanan perampok langsung datang menyerang. Pasukan kerajaan yang sudah siap berhasil menangkap dua puluh perampok dengan mudah.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Kasih sayang yang tulus harus selalu disertai dengan cara yang benar dan jujur. Tindakan menyembunyikan kebenaran, meskipun tujuannya baik untuk melindungi orang lain, sering kali menimbulkan kesalahpahaman. Komunikasi yang terbuka dan jujur kepada pihak berwenang adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah dan menghindari hukuman bagi orang yang tidak bersalah.

Tentang Penulis

Anonim

Profil penulis Anonim.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.