Lewati ke konten

Dongeng Aesopus : Serigala Berbulu Domba

August 20, 2026 · Aesopus

SukusastraSeekor serigala berjalan dengan perut yang sangat kelaparan di pinggir hutan. Ia ingin sekali memangsa domba yang sedang merumput di padang yang luas. Namun, penggembala yang sangat teliti selalu menjaga kawanan domba itu dengan ketat dari jarak dekat.

Serigala hanya bisa memandangi domba-domba gemuk itu dari kejauhan dengan sedih. Ketika malam mulai tiba, rasa lapar di perutnya terasa semakin melilit dan menyiksa. Serigala akhirnya memutuskan untuk berjalan mencari sisa makanan lain di sekitar tempat itu.

Setelah berjalan cukup jauh, serigala tidak menemukan makanan apa pun untuk mengganjal perutnya. Tiba-tiba hidungnya mencium bau domba yang sangat menyengat di atas tanah. Ia segera melompat gembira dan menemukan selembar kulit domba yang sudah kering tergeletak.

Serigala sempat merasa kecewa karena kulit domba yang kering itu tidak bisa dimakan. Namun, sebuah ide yang sangat cerdik dan licik tiba-tiba muncul di kepalanya. Ia berniat memakai kulit domba itu untuk menyamar ke dalam kawanan domba keesokan harinya.

Keesokan paginya, serigala berhasil masuk ke dalam kawanan domba tanpa ada yang curiga. Penyamaran dengan kulit domba itu berhasil mengelabui mata sang penggembala yang sedang berjaga. Serigala berjalan perlahan mendekati seekor anak domba yang terpisah dari induknya.

Dengan sangat cepat, serigala langsung menangkap dan menyantap anak domba yang malang itu. Ia makan dengan sangat lahap hingga hanya menyisakan tulang-belulang di atas rumput. Serigala merasa sangat puas karena rencananya berjalan dengan sangat mudah dan lancar.

Sore hari tiba, sang penggembala mulai menggiring seluruh dombanya untuk pulang ke kandang. Ia merasa sangat heran saat melihat ada sisa tulang-belulang hewan di padang rumput. Penggembala yang curiga langsung memeriksa seluruh dombanya satu per satu dengan teliti.

Penggembala akhirnya berhasil menemukan serigala yang sedang bersembunyi di dalam balutan kulit domba. Ia segera berjalan masuk ke dalam rumah untuk mengambil tali dan peralatan berburu. Penggembala kembali dengan senyap lalu menangkap serigala jahat itu sebelum sempat melarikan diri.

Serigala meronta-ronta dengan sangat kuat, namun tubuhnya sudah terikat dengan sangat kencang. Ia sangat menyesali perbuatannya yang malas berburu secara jujur di dalam hutan yang luas. Kini serigala yang licik itu harus menerima hukuman akibat perbuatan buruk yang dilakukannya.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Setiap tindakan buruk yang disembunyikan dengan rapi pasti akan terungkap pada akhirnya. Kejujuran dan kerja keras jauh lebih berharga daripada hasil instan yang didapat dari cara menipu orang lain. Kejahatan tidak akan pernah membawa kebahagiaan sejati bagi pelakunya. Kita harus selalu hidup dengan benar dan menghormati hak milik sesama agar terhindar dari petaka.

Aesopus
Tentang Penulis

Aesopus

Profil penulis Aesopus.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.