Peristiwa
·
Misni Parjiati
October 29, 2024
Marisa memandang masalah dalam kritik sastra Indonesia saat ini adalah kecenderungan dalam karya kritik sastra, terutama yang beredar di jurnal akademik, untuk melompat langsung ke kritik sosial. Tidak banyak yang melihat sisi estetika, struktur bahasa, tokoh-tokoh, alur, latar dan lain-lain. Kritik akademik memang sudah banyak, tetapi kritik sastra disajikan mirip esai, tetapi memakai perspektif, mati suri.
Peristiwa
·
Admin Suku Sastra
October 13, 2024
Antusiasme menyebabkan kami, baik panitia maupun peserta, alpa tidak membuat catatan harian kegiatan pertemuan VI hingga VIII. Tidak bisa dihindari: draf cerpen dan kritik makin jelas wujud akhirnya setelah lima pertemuan dengan narasumber ahli dan asistensi Suku Sastra.
Peristiwa
·
Via Ajeng Mulyani
October 8, 2024
Dalam melakukan kerja kritik, Pak Yapi menyebut adanya kemungkinan untuk subjektivitas, terutama ketergetaran yang terasa setelah membaca sebuah karya. Sehingga, pengungkapan kritik bisa dilakukan melalui bentuk esai, tidak melulu artikel jurnal ilmiah.
Peristiwa
·
M. Naufal Waliyuddin
October 2, 2024
Namun, dengan sesekali tepukan tangan mengusir nyamuk, para peserta khidmat menyimak. Terkadang mereka menelan ludah, bersiap menanti giliran sebagai “pasien”. Iya, hari itu mirip dengan sesi konsultasi ke klinik. Prof. Faruk selaku dokter (mungkin merangkap psikolog), dan kami antre seperti pesakitan sastra.
Peristiwa
·
Desy Andriyani
October 2, 2024
Mbak Ayda memberikan pengantar tentang bentuk-bentuk eksperimental dalam karya-karya prosa fiksi yang telah ada sebelumnya. Dijelaskan bagaimana karya yang pada mulanya bersifat eksperimental memasuki arus utama setelah muncul karya-karya serupa dari waktu ke waktu.
Peristiwa
·
An Ismanto
October 1, 2024
Setelah asistensi oleh Suku Sastra di Pertemuan II dan Pertemuan III, para peserta merasa akan lebih mantap kalau Bang Raudal membimbing lagi. Untungnya, Pertemuan IV tetap bisa dilaksanakan di homestay The Ratan.
Peristiwa
·
Marisa Santi Dewi
September 24, 2024
Kakek memulai kelas dengan menyulut rokoknya. Ketika rokok mulai diisap, di situlah tamat riwayat kita semua. Jemarinya sudah bermain di atas kursor dan mulai memilih mana yang akan menjadi korban pertama.
Peristiwa
·
Dhea Jhoty Putri
September 22, 2024
Satu tulisan selesai didiskusikan, peserta kelas lainnya celingak-celinguk menunggu giliran. Ternyata, setelah Ajeng, saatnya Thoriq yang menyampaikan persoalannya. Dengan tangan yang masih menyentuh layar tablet ia bertutur, “Persoalanku adalah menentukan batas pembahasan agar tidak terlalu general.”
Peristiwa
·
Cut Nissa An Namira
September 22, 2024
Teman-teman kelas mulai datang satu persatu, kecuali Lintang yang mengabarkan bahwa ban motornya bocor sehingga akan terlambat tiba. Mas Latief yang juga menyusul dan Mbak Hanna sepertinya masih sakit.