Kubayangkan diriku menjadi Laviaminora, seorang penulis bertema gender yang menjadi salah satu pengulas buku yang sedang diluncurkan di berbagai toko buku itu. Kukira beginilah jadinya: Pada malam terakhir…
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Kubayangkan diriku menjadi Laviaminora, seorang penulis bertema gender yang menjadi salah satu pengulas buku yang sedang diluncurkan di berbagai toko buku itu. Kukira beginilah jadinya: Pada malam terakhir…
perihal cinta bukan lagi masalah besar bagi para pekerja kelas menengah sebab mereka menghadapi penderitaan kolektif yang lebih besar.
Di antara UWRF, Makassar International Writers Festival, Jakarta International Literary Festival, dan lainnya, FSY patut kita sambut.
Kedua narasumber memiliki kebiasaan yang sama, yaitu mencatat secara manual di buku tulis, buku catatan, buku journal, atau semacamnya.
Walaupun merupakan nama sehari-hari dalam sastra dunia, karyatama Baudelaire dalam Le Fleurs de Mal belum pernah hadir utuh di Indonesia.
Cut Nissa menganggap adanya kelas kritik adalah sambutan terhadap kenyataan. Kata-katanya, di skena sastra indon ini kekurangan kritikus. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan.
Langit masih sewarna kertas buram dan daun-daun masih mengguyurkan sisa hujan yang tak seberapa. Dingin menguasai setiap sudut Liema Kitchen and Venue, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta itu.
Arif Billah memiliki bakat, antusiasme, dan kemauan untuk kerja keras. Karenanya, hanya dalam dua tahun ia mampu menghimpun keberanian untuk menerbitkan antologi puisi pribadi yang tidak bisa dipandang sepele.
Kini, Suku Sastra membuka diri untuk masyarakat. Mulai tahun depan, Suku Sastra juga diharapkan dapat memberikan honorarium bagi para penulis yang dimuat di situs web sukusastra.local/.