Acara itu diselenggarakan untuk menandai peluncuran buku The Sword and The Pen karya Bre Redana.
Warta Suku Sastra
Menyajikan kabar terbaru seputar sastra, seni, kebudayaan, informasi kompetisi, serta agenda komunitas sastra tanah air.
Acara itu diselenggarakan untuk menandai peluncuran buku The Sword and The Pen karya Bre Redana.
Aku memulai dengan puisiku sendiri: Absurditas Anomali. Sebuah sajak tentang kelelahan menatap Instagram dan betapa dunia kini lebih banyak menciptakan emosi daripada ketenangan.
Padat. Mengerikan. Perih. Tiga kata yang tidak keluar dari mulut, melainkan dari rongga dada yang mendidih oleh kenangan. Ia bukan deskripsi, bukan simpulan, tetapi gema dari luka-luka yang…
Hari ini adalah 20 Ramadhan 1446 H. Satu hari setelah RUU TNI disahkan. Dan Warung Sastra menggelar Puasa Puisi. Suku Sastra menjadi salah satu mitra di sana.
Amanah untuk menjaga garis itu tak pernah tertulis, tetapi lebih nyata daripada hukum yang dikeluarkan oleh penguasa mana pun.
Percakapan antarlelaki dalam novel Pram sering kali terasa datar, tak lebih dari catatan sejarah yang tersusun rapi dalam arsip kolonial.
Puisi-puisi Chairil Anwar memiliki karakter unik yang tidak secara spesifik merujuk pada tempat atau waktu tertentu. Justru dalam ketidakspesifikan itu, ia menemukan keuniversalan yang kuat.
Ada sesi puisi, tempat kata-kata menjelma kegelisahan; sesi kumcer, yang merekam kepingan-kepingan kehidupan; sesi puisi, novel, yang merentang sejarah manusia; sesi terjemahan, yang membuka jendela dunia; dan sesi buku esai, yang mempertajam pemikiran. Dan oh, tentu saja sesi makan gratis!
Adalah Zsa Zsa Yuharyahya yang mengingatkan betapa pentingnya memanajemen uang. Secara terang-terangan dia sampaikan bahwa ketika berkomunitas, jangan tabu untuk membahas uang.