Jhi Ge Phu dan Putri Naga
September 12, 2026 · Hans Christian Andersen
Sukusastra-Jhi Ge Phu adalah seorang pemuda yang rajin di Tiongkok. Ia tinggal bersama ayahnya yang sudah sangat tua. Mereka bekerja sebagai pembuat tembikar untuk bertahan hidup.
Suatu hari, musim salju yang sangat dingin tiba. Ayah Jhi Ge Phu meninggal dalam perjalanan menjual tembikar. Jalanan yang licin membuat sang ayah terjatuh dan tiada.
Jhi Ge Phu merasa sangat sedih dan kesepian. Namun, ia tahu hidup harus terus berjalan. Ia pun kembali bekerja dengan giat setiap hari.
Beberapa hari kemudian, Jhi Ge Phu berjalan di pantai. Ia mendengar suara tangisan seorang gadis yang sangat kencang. Rupanya, segerombolan pemuda jahat sedang menculik gadis tersebut.
Jhi Ge Phu segera menghadang para penculik itu. Pertarungan sengit tidak dapat dihindari lagi di pantai. Berkat keberaniannya, Jhi Ge Phu berhasil mengalahkan semua pemuda jahat.
Gadis itu mengucapkan terima kasih dengan tulus. Ia mengaku sebagai seorang Putri Naga dari dasar laut. Pagi itu, ia naik ke daratan hanya untuk menikmati keindahan fajar.
Putri Naga mengundang Jhi Ge Phu ke rumahnya. Jhi Ge Phu yang penasaran ikut menyelam ke dasar laut. Ia sangat terkejut melihat istana naga yang sangat megah.
Raja Naga menyambut Jhi Ge Phu dengan penuh suka cita. Sebagai hadiah, Raja menawarkan emas yang sangat banyak. Namun, Jhi Ge Phu menolak hadiah mewah tersebut dengan halus.
Karena terus dipaksa, Jhi Ge Phu akhirnya meminta hal lain. Ia hanya meminta seekor anak ayam dan sebuah tongkat. Raja Naga terkejut karena dua benda itu adalah rahasia kerajaan.
Raja Naga sadar bahwa putrinya telah jatuh cinta pada pemuda itu. Raja akhirnya memberikan kedua benda keramat tersebut kepada Jhi Ge Phu. Setelah itu, Jhi Ge Phu kembali ke daratan.
Jhi Ge Phu berjalan jauh hingga merasa sangat lelah. Ia akhirnya pingsan di tengah jalan karena kelaparan. Saat terbangun, ia sudah berada di sebuah rumah yang sangat indah.
Di dalam rumah itu sudah tersedia banyak makanan lezat. Jhi Ge Phu langsung menyantap makanan itu hingga kenyang. Ia merasa heran tetapi tetap bersyukur atas keajaiban ini.
Keesokan harinya, Jhi Ge Phu bekerja sebagai petani di ladang. Setiap kali pulang, rumahnya selalu bersih dan makanan selalu siap. Hal ini membuat Jhi Ge Phu menjadi sangat penasaran.
Suatu pagi, Jhi Ge Phu berpura-pura pergi ke ladang. Ia bersembunyi di sudut rumah untuk mengintip situasi. Tiba-tiba, anak ayam yang dibawanya berubah menjadi Putri Naga.
Putri Naga merasa malu karena rahasianya telah terbongkar. Jhi Ge Phu yang merasa bahagia langsung melamar sang putri. Mereka pun akhirnya menikah dan hidup bersama dengan bahagia.
Suatu hari, seorang raja yang sombong lewat di depan rumah mereka. Raja itu terpikat oleh kecantikan Putri Naga yang luar biasa. Niat jahat pun muncul di hati sang raja untuk merebutnya.
Raja menantang Jhi Ge Phu untuk menebang seluruh hutan. Jika gagal dalam tiga hari, Putri Naga akan diambil oleh raja. Jhi Ge Phu merasa bingung dan sangat khawatir.
Putri Naga meminta Jhi Ge Phu meminjam kapak rembulan milik ayahnya. Dengan kapak sakti itu, hutan langsung gundul dalam sekali lempar. Jhi Ge Phu berhasil memenangkan tantangan pertama.
Raja yang licik tidak mau kalah begitu saja. Ia memberi tantangan kedua untuk memanen seluruh padi di sawah. Jhi Ge Phu lalu meminjam kotak emas berkepala merak dari Raja Naga.
Saat kotak itu dibuka, keluar burung ajaib yang memakan semua padi. Raja kembali kalah dan menjadi sangat marah. Akhirnya, raja mengerahkan pasukan untuk menculik Putri Naga secara paksa.
Jhi Ge Phu sangat sedih dan meminta bantuan ke kerajaan laut. Raja Naga marah besar mendengar putrinya diculik oleh manusia. Ia segera mengirim pasukan perang untuk menyerang istana raja.
Pasukan naga menyerang saat istana sedang mengadakan pesta besar. Semua orang di istana berlari menyelamatkan diri dengan panik. Jhi Ge Phu memanfaatkan kesempatan itu untuk membebaskan istrinya.
Mereka berdua berlari cepat menuju pantai yang luas. Mereka memutuskan untuk tinggal di istana bawah laut yang aman. Akhirnya, mereka hidup tenang dan bahagia untuk selamanya.
Kebaikan hati dan menolong sesama tanpa pamrih akan membawa kebahagiaan di masa depan. Kejujuran serta kerja keras adalah modal utama dalam menghadapi segala tantangan hidup yang berat. Keserakahan dan niat jahat hanya akan mendatangkan kehancuran bagi diri sendiri, sementara ketulusan akan selalu menang melawan kebatilan.
Hans Christian Andersen
Profil penulis Hans Christian Andersen.
Baca Biografi Selengkapnya →