Lewati ke konten

Dongeng Pria yang Menangis Sedih

August 2, 2026 · Anonim

Ilustrasi-Dongeng-Pria-yang-Menangis-Sedih

SUKUSASTRA- Seorang pengembara berjalan dari satu desa ke desa lain. Ia tidak memiliki tempat tinggal yang pasti. Selama perjalanan, ia sering melihat dan membantu masalah banyak orang. Pengalaman itu membuat dirinya tumbuh menjadi orang yang sangat bijak.

Suatu hari, ia hendak masuk ke sebuah desa baru. Di pinggir jalan, ia melihat seorang lelaki sedang duduk terisak. Lelaki itu menangis dengan sangat sedih hingga air matanya membasahi pipi. Pengembara itu merasa iba lalu mendekatinya dengan pelan.

Pengembara bertanya tentang alasan lelaki itu menangis dengan sedih. Lelaki itu menjawab bahwa ia sangat menyesali perbuatan buruknya di masa lalu. Mendengar hal itu, sang pengembara memberikan sebuah nasihat yang cukup tegas.

Ia meminta lelaki itu untuk berhenti menangisi masa lalu yang sudah lewat. Pengembara menyarankan agar lelaki itu mulai menata hidup baru yang lebih baik. Setelah berbicara, sang pengembara langsung berjalan pergi meninggalkan lelaki tersebut.

Pengembara itu kemudian tinggal di dalam desa selama beberapa hari. Suatu pagi, ia terkejut karena tidak menemukan barang berharganya. Ia memeriksa seluruh tas bawaannya dengan teliti, tetapi barang itu tetap tidak ada.

Seseorang warga desa melihat kesibukan sang pengembara lalu bertanya. Pengembara menjawab bahwa ia sedang mencari sebuah cincin akik milik pribadinya. Warga itu kembali bertanya tentang lokasi terakhir kali cincin tersebut hilang.

Pengembara mulai merasa kesal karena warga tersebut terus bertanya. Tiba-tiba, pengembara itu teringat sesuatu yang sangat penting. Ia ingat telah melepas cincinnya di toilet umum desa sebelah sebelum membersihkan diri.

Pengembara memutuskan untuk segera berjalan kembali ke desa sebelumnya. Cincin akik itu sangat berharga karena memiliki sejarah yang panjang bagi hidupnya. Ia berharap tidak ada orang lain yang mengambil cincin miliknya.

Ketika baru keluar dari gerbang desa, ia kembali terkejut. Pengembara melihat lelaki yang beberapa hari lalu menangis di tempat yang sama. Lelaki itu kembali menangis tersedu-sedu dengan kondisi yang memprihatinkan.

Pengembara bertanya tentang alasan lelaki itu kembali menangis hari ini. Lelaki itu menjawab bahwa ia tidak memiliki makanan apa pun untuk hari ini. Pengembara hanya terdiam karena sudah menduga nasib buruk lelaki tersebut.

Lelaki itu kemudian bertanya tentang tujuan perjalanan terburu-buru sang pengembara. Pengembara menjawab bahwa ia ingin mencari barangnya yang tertinggal. Dengan jujur, pengembara menceritakan bahwa cincin berharganya tertinggal di dalam toilet umum.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Menyesali kesalahan masa lalu secara berlebihan tanpa melakukan perubahan nyata tidak akan mengubah keadaan hidup. Kita harus berani melangkah maju dan bekerja keras untuk memperbaiki masa depan. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan berharga karena terjebak dalam kesedihan. Kemandirian dan usaha adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

A
Tentang Penulis

Anonim

Profil penulis Anonim.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.