Lewati ke konten

Dongeng K. Langloh Parker: Danau Narran

September 15, 2026 · K. Langloh Parker

Sukusastra-Di sebuah lembah di Australia, mengalirlah sebuah sungai yang sangat jernih bernama Sungai Narran. Sayangnya, tempat yang indah itu terkenal sangat menakutkan bagi para penduduk sekitar. Sungai tersebut menjadi sarang bagi banyak buaya yang sangat ganas dan lapar.

Meski berbahaya, seorang pria sakti bernama Byamee tetap tinggal di lembah itu bersama keluarganya. Ketika musim panas tiba, mereka selalu bekerja sama mengumpulkan makanan untuk persediaan musim dingin. Byamee bertugas mencari madu, sedangkan istri dan anaknya mencari ubi jalar di dalam hutan.

Hari itu, Byamee pergi membuat asap di hutan untuk mengusir lebah dari sarangnya. Dengan begitu, ia bisa memanjat pohon dan mengambil madu dengan aman. Di tempat lain, istri dan anaknya menggali tanah dengan kayu yang kuat untuk mencari ubi.

Sebelum tengah hari, keranjang anyaman milik istri dan anak Byamee sudah penuh terisi ubi jalar. Karena hari masih siang, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah dengan mengambil jalan memutar. Di tengah perjalanan pulang, langkah kaki membawa mereka sampai ke tepi Sungai Narran.

Air sungai yang mengalir terlihat sangat tenang, jernih, dan terasa menyegarkan. Udara yang panas membuat ibu dan anak itu tergoda untuk membersihkan diri di sana. Tanpa berpikir panjang, mereka langsung menceburkan diri ke dalam air yang sejuk.

Mereka tidak menyadari bahwa sepasang mata buaya raksasa sedang mengawasi dari balik air. Buaya yang paling ganas tiba-tiba berenang mendekat dengan sangat cepat tanpa bersuara. Dalam sekejap, monster air itu menangkap kaki kedua perempuan itu dan menyeretnya ke dalam lubang.

Sementara itu, Byamee yang berada di dalam hutan tiba-tiba merasa hatinya sangat gelisah. Firasatnya mengatakan bahwa anak dan istrinya sedang berada dalam bahaya yang sangat besar. Ia segera berlari mengikuti jejak kaki mereka hingga sampai ke tepi Sungai Narran.

Di tepi sungai, Byamee menemukan keranjang berisi ubi jalar yang tergeletak begitu saja. Ia berulang kali memanggil nama istri dan anaknya, tetapi suasana tetap hening tanpa jawaban. Byamee langsung menyadari bahwa keluarganya telah diculik oleh buaya sungai yang ganas.

Demi menyelamatkan keluarganya, Byamee menggunakan kesaktiannya yang luar biasa untuk menggali sebuah lubang raksasa. Ia kemudian memindahkan seluruh aliran air Sungai Narran ke dalam lubang baru tersebut. Dalam sekejap, sungai yang tadinya dalam berubah menjadi kering kerontang.

Semua ikan dan buaya terdampar di dasar sungai yang kering tanpa bisa melarikan diri. Byamee segera turun ke dasar sungai dan memeriksa setiap lubang sarang buaya satu per satu. Akhirnya, ia berhasil menemukan istri dan anaknya yang sedang pingsan di dalam sarang.

Byamee segera menggendong mereka berdua ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Setelah memastikan keluarganya selamat, ia mengembalikan aliran air ke dalam sungai seperti semula. Namun, sebagian air tetap tertinggal dan memenuhi lubang raksasa yang telah digali oleh Byamee.

Lama-kelamaan, lubang besar yang terisi air itu berubah menjadi sebuah danau yang sangat luas. Masyarakat Australia kemudian mengenal tempat indah tersebut dengan nama Danau Narran atau Narran Wetlands.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Keluarga adalah harta yang paling berharga, sehingga kita harus selalu saling menjaga dan melindungi dengan penuh kasih sayang. Selain itu, cerita ini mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dan tidak lengah saat berada di tempat yang baru, terutama tempat yang terkenal berbahaya bagi keselamatan kita.

K. Langloh Parker
Tentang Penulis

K. Langloh Parker

Profil penulis K. Langloh Parker.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.