Lewati ke konten

Dongeng Filipina: Chonguita, Sang Putri Monyet

September 19, 2026 · Anonim

Sukusastra-Suatu hari, seorang raja meminta tiga putranya untuk mencari calon istri. Tiga pangeran tersebut bernama Pedro, Diego, dan Juan. Mereka lalu berjalan ke arah yang berbeda untuk memenuhi perintah sang ayah.

Pedro dan Diego pergi ke arah desa yang ramai. Mereka berhasil menemukan gadis-gadis yang sangat cantik dengan mudah. Kedua pangeran itu segera membawa pulang calon istri mereka ke istana.

Sementara itu, Pangeran Juan berjalan sangat jauh ke tempat terpencil. Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang baik hati.

Kakek itu memberi Juan beberapa potong roti untuk bekal perjalanan.

Juan kemudian sampai di sebuah istana tersembunyi yang dijaga banyak monyet. Ia memberikan roti dari kakek tersebut kepada para penjaga. Akhirnya, pintu gerbang istana terbuka dan Juan diizinkan masuk ke dalam.

Di dalam istana, Juan bertemu dengan seekor monyet besar yang bisa berbicara. Monyet itu menawarkan anaknya yang bernama Chonguita untuk menjadi istri Juan. Pangeran Juan menerima tawaran tersebut lalu mereka pun melangsungkan pernikahan.

Juan membawa Chonguita pulang ke istana untuk menemui sang raja. Raja merasa sangat kecewa karena Juan menikahi seekor monyet.

Raja kemudian memberikan ujian berat kepada semua menantunya untuk membuat mantel bersulam.

Raja mengancam akan menghukum mati menantu yang gagal membuat mantel terbaik. Namun, Chonguita ternyata berhasil membuat mantel yang paling indah di antara semuanya. Raja merasa terkejut melihat kemampuan hebat istri Juan tersebut.

Raja yang belum puas kembali memberi ujian untuk membuat topi sulam. Chonguita lagi-lagi berhasil memenangkan ujian tersebut dengan hasil karya yang mengagumkan. Raja pun mulai sadar akan kelebihan yang dimiliki menantu monyetnya.

Terakhir, raja meminta semua menantunya untuk melukis dinding ruangan istana. Siapa yang berhasil membuat lukisan tercantik akan menjadi raja baru. Chonguita ternyata pandai melukis karena dulu sering tinggal di dalam gua.

Lukisan dinding karya Chonguita menjadi yang paling indah di antara semuanya. Sesuai janji raja, Juan akhirnya diangkat menjadi raja baru untuk memimpin kerajaan. Istana kemudian menggelar pesta dansa yang sangat meriah untuk merayakannya.

Di tengah pesta, Chonguita mengajak Juan untuk ikut berdansa bersama para tamu. Namun, Juan merasa malu dan tidak sengaja mendorong Chonguita hingga membentur dinding. Tiba-tiba saja, seluruh lampu di ruangan istana padam seketika.

Saat lampu kembali menyala, semua orang di dalam istana merasa sangat terkejut. Wujud monyet Chonguita telah hilang dan berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Juan dan Chonguita akhirnya hidup bahagia selamanya sebagai raja dan ratu.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Menghargai orang lain tidak boleh hanya berdasarkan penampilan fisik semata. Kebaikan hati, ketulusan, serta bakat yang dimiliki seseorang jauh lebih berharga daripada rupa yang menawan. Kesabaran dalam menghadapi ujian hidup akan membawa kebahagiaan dan hasil yang indah pada waktu yang tepat.

Tentang Penulis

Anonim

Profil penulis Anonim.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.