Lewati ke konten

Dongeng Dari Cina : Ajudan Cerdik yang Lancang

September 18, 2026 · Anonim

Sukusastra-Li Hung adalah ajudan Raja Ming yang sangat setia. Raja Ming memiliki seorang putri cantik bernama Putri Mei Mei. Kecantikan sang putri sudah terkenal hingga ke berbagai negeri.

Suatu hari, utusan dari Raja Chao datang ke kerajaan. Raja Ming menyambut mereka dengan pesta yang sangat meriah. Dalam pesta itu, utusan menyampaikan niat Raja Chao untuk meminang Putri Mei Mei.

Raja Ming meminta waktu untuk memikirkan pinangan tersebut. Beliau tahu bahwa putra Raja Chao memiliki sifat yang buruk. Pangeran tersebut suka berfoya-foya dan berperilaku tidak terpuji.

Raja Ming kemudian berdiskusi dengan istrinya di dalam kamar. Beliau ingin putrinya menikah dengan lelaki yang baik hati. Namun, sang istri mengingatkan adanya bahaya besar jika mereka menolak.

Raja Ming tetap teguh pada pendiriannya untuk menolak pinangan. Beliau memutuskan untuk menolak dengan cara yang sangat halus.

Beliau menyiapkan sebuah pot pualam indah yang berisi tanaman rumput.

Li Hung mendapat tugas untuk mengantarkan hadiah tersebut kepada Raja Chao. Raja Ming berpesan agar Li Hung menyampaikan perumpamaan yang rendah hati. Li Hung kemudian berangkat membawa hadiah itu.

Di tengah jalan, Li Hung merasa pesan raja kurang tepat. Menurutnya, pangeran buruk itulah yang tidak pantas mendapatkan putri. Li Hung lalu mengganti isi pot dengan kotoran sapi dan mawar.

Saat tiba di istana, Raja Chao terkejut melihat hadiah itu. Li Hung menjelaskan bahwa mawar indah itu adalah gambaran Putri Mei Mei.

Sementara kotoran sapi adalah simbol sifat buruk putra Raja Chao.

Raja Chao terdiam dan menyadari tabiat buruk anaknya sendiri. Beliau akhirnya membatalkan pinangan demi kebaikan semua pihak. Raja

Chao lalu mengirimkan surat balasan untuk Raja Ming.

Surat itu berisi pembatalan pinangan dan pujian untuk Li Hung. Namun, Raja Chao juga meminta agar Li Hung tetap dihukum. Hal itu karena Li Hung telah berani mengubah perintah rajanya.

Raja Ming tersenyum membaca surat dari kerajaan tetangga tersebut. Beliau kagum pada kecerdikan Li Hung yang berhasil menyelamatkan putri. Namun, hukum kerajaan tetap harus ditegakkan dengan adil.

Li Hung menerima hukuman pengasingan ke gunung pasir selama setahun. Beliau menerima keputusan itu dengan ikhlas tanpa rasa dendam. Hadiah dari raja diberikan kepada orang tuanya sebagai wujud bakti.

Setelah setahun berlalu, Li Hung dipanggil kembali ke istana. Raja Ming mengangkat ajudan cerdik itu menjadi penasihat utama kerajaan. Li Hung hidup dengan bahagia dan berkecukupan di dalam istana.

Pesan Moral / Hikmah Cerita

Kecerdikan yang digunakan untuk menyelamatkan orang lain adalah perbuatan yang sangat mulia. Namun, kita harus tetap menghormati aturan dan siap bertanggung jawab atas setiap tindakan kelancangan kita. Keberanian membela kebenaran harus dibarengi dengan keikhlasan menerima konsekuensi hukum. Kejujuran pada akhirnya akan membawa kebahagiaan dan kehormatan yang tinggi.

Tentang Penulis

Anonim

Profil penulis Anonim.

Baca Biografi Selengkapnya →
Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.