Aku ingin baca sekali lagi petaka rindu yang mengembara di antara ingatan kita semakin pudar dan buram jarak tatapanku terasa jauh sedalam liang-lahat mengubur kematian lisanku
Arsip
Author: Vito Prasetyo
Sejak kata-kata menjadi sulit untuk kueja puisi pun menjelma semesta perkabungan lantunkan ayat-ayat cinta di bawah langit terkelupas
Dan di trotoar itu, aku melihat wajahmu serupa titimangsa puisi tinggalkan pesan di antara embun menguap mungkin, karena malam terlalu gerah tanpa kata-kata
hukum manusia telah usang dan kedaluwarsa sebab terkadang kita menjelma malaikat seruncing matahari, sinarnya setajam hukum rimba