Pada beberapa bagian, narator tahu banyak hal tentang latar yang ingin diujicobakan pengarang sebagai dunia futuristik lengkap dengan sebab-akibat di baliknya sebagai bentuk antroposentrisme. Namun, pada beberapa hal, pengetahuan narator, sekaligus juga Stephen sebagai tokoh, cukup terbatas dan menampakkan ketidakberdayaannya (teosentris). Sehingga, yang muncul adalah tumpang tindih antara hal-hal yang pengarang ingin jelaskan sekaligus meninggalkan permasalahan yang tak selesai di waktu yang bersamaan.