Apakah kedekatan yang dibentuk oleh fokalisasi internal benar-benar menghadirkan empati atau justru memperhalus luka dengan membuat penderitaan tampak puitis dan bisa dikonsumsi dengan nyaman?
Arsip
Apakah kedekatan yang dibentuk oleh fokalisasi internal benar-benar menghadirkan empati atau justru memperhalus luka dengan membuat penderitaan tampak puitis dan bisa dikonsumsi dengan nyaman?
Optimisme revolusioner juga menjadi watak khas realisme sosialis ala Pramoedya.