Salah satu ciri cerpen yang membedakannya dengan bentuk prosa lain adalah jumlah katanya.
Topik
Salah satu ciri cerpen yang membedakannya dengan bentuk prosa lain adalah jumlah katanya.
Rohana mulai bertegur sapa dengan bapaknya. Lelaki itu bertahun-tahun merajuk agar aku mendekatkan hubungannya dengan anak kami yang tersendat sejak ia mencampakkanku, membekaskan kesakithatian yang dalam. Sulit kuterima…
Di negaranya di mana ia tinggal, mati syahid adalah dambaan. Demikianlah teman baruku; Syafaat Abdullah mengawali ceritanya. Orang-orang terdekat akan bangga memiliki almarhum yang telah mati sebagai…
Singgah di Negeri Euphemesia | Cerpen Sudadi Perjalanan naik kereta Logawa dari Gubeng siang itu sangat aku nikmati. Sepanjang jalan aku lihat pemandangan kota-kota di Jawa Timur…
“Banzai! Banzai! Banzai!” Ia kembali mendengar suara itu. Ia sadar, itu hanya ngiang yang ada di dalam liang telinganya. Sudah lama, ya, sudah lama sekali. Kini ia…
Aku membatu di antara reruntuhan waktu saat semesta berpesta di tengah kancah sesudah tubuh sempat lelah berumah, memburu embus nafas para leluhur, mengulur umur dalam kubur, dan derap…
Sajak-Sajak Kenangan 1/ -Mengenang Kolonial Silih berganti mereka datang dengan panggilan sesuka hatinya walau tak ada satu pun dari kami tinggal di rumah bordil. Romusha…
Bedah Novel “TELEMBUK” Karya Kedung Darma Romansha Bersama Dr. Katrin Bandel Di Penutupan Pekan Seni Melawan Kekerasan Seksual 15 Oktober 2017 Di Aoa Space, Jogja _______ Dalam…
Judul: Telembuk: Dangdut dan Kisah Cinta yang Keparat Penulis: Kedung Darma Romansha Penerbit: Indie Book Corner Tebal: xiv + 414 hlm Tahun terbit: 2017 ISBN: 978-602-3092-65-9