Di lengang keningmu, aku duduk dan menunggu dinding-dinding kosong berubah menjadi hamparan laut. Tiap sore tiba aku berdoa, semoga matahari terbenam ke dalam laci kamarku di mana mesin waktu telah menunggu dan membawanya ke masa lalu. Masa ketika kita masih saling bergantian mencubit hidung, di latar deru gemulung ombak yang juga bergantian datang usai menempa-nempa mendung.
Profil Tokoh & Penulis
Andi Wirambara
Lahir 24 September di Ambon dan berdomisili di Malang. Praktisi hukum yang menyenangi sastra. Karya-karyanya telah dimuat di sejumlah media nasional dan lokal baik cetak maupun daring. Karyanya juga terhimpun pada sejumlah buku antologi bersama. Buku tunggalnya yang telah terbit: kumpulan puisi Harmonika Lelaki Sepi (2010), kumpulan cerpen Sekeping Tanda (2011), kumpulan puisi Lengkung (2012), dan kumpulan cerpen Tentang Pertemuan (2014).
Lahir 24 September di Ambon dan berdomisili di Malang. Praktisi hukum yang menyenangi sastra. Karya-karyanya telah dimuat di sejumlah media nasional dan lokal baik cetak maupun daring. Karyanya juga terhimpun pada sejumlah buku antologi bersama. Buku tunggalnya yang telah terbit: kumpulan puisi Harmonika Lelaki Sepi (2010), kumpulan cerpen Sekeping Tanda (2011), kumpulan puisi Lengkung (2012), dan kumpulan cerpen Tentang Pertemuan (2014).