Ahmad Tohari. Lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948. Ia dikenal sebagai pengarang trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dinihari (1985), dan Jantera…
Kategori
Rubrik “Sastra” berisi tulisan yang terkait dengan sastra, baik kreatif maupun nonkreatif.
Ahmad Tohari. Lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948. Ia dikenal sebagai pengarang trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dinihari (1985), dan Jantera…
Ahda Imran. Lahir di Payakumbuh, 10 Agustus 1966. Seorang penyair dan esais. Puisi, esai, kritik dimuat di sejumlah media massa dan jurnal. Selama 12 tahun bekerja membantu desk…
Agus Noor. Lahir di Tegal, Jawa Tengah, 26 Juni 1968. Lulus dari Jurusan Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Buku-buku kumpulan cerpennya yang sudah terbit antara lain, Memorabilia (Yayasan untuk…
Krincing-krincing, lonceng mungil di bagian atas pintu Nabila’s Cafe berbunyi. Pukul 11 malam. Semakin malam kafe itu tampak semakin ramai oleh pelanggan yang kebanyakan adalah remaja, muda-mudi. Di…
Bandeng Presto Rajanya Juwana Dagingmu kekar dan kenyal Selalu kuat dan memberi kelezatan Engkau hidup di tambak dan pesisir Wangimu tercium dari pinggir pantai Dan aku merasakan…
“Banzai! Banzai! Banzai!” Ia kembali mendengar suara itu. Ia sadar, itu hanya ngiang yang ada di dalam liang telinganya. Sudah lama, ya, sudah lama sekali. Kini ia…
Sambungan Kata Kata-kata yang derita itu, bergerumun dengan kata-kata si keriput gagap. Mereka berencana: untuk menggulingkan dua antitesis yang kosong melompong otaknya. Barangkali mereka tak dilahirkan dengan otak…
Daun Yang Gugur Sore Itu Kecemasan berdetak di denyut nadimu Dosa-dosa berkecamuk di kerongkonganmu Membawamu tersesat Di belantara rimbun otakmu Doa dan dzikir ia gantungkan Pada dahan…
BERULANG Berulang sudah kutanyakan padamu, kekasih Perpisahan adalah kado yang hendak kau kirim padaku? Pada setiap perayaan-perayaan Kau bersembunyi dalam hening Membutakan pandangan; lantas derap kakimu semakin…
SUARA SUKMA Ini malam begitu tenang Ini qalbu malah api Bulan tak tersenyum Aku mengiyakan Burung gagak lupa waktu pulang Si dia tak berdaya menatap…