Kategori
Puisi
Si Anak Gunung Nenek moyangnya seorang petani Gemar menanam setiap pagi Berteduh caping di lereng gunung berapi Tiada letih pulang pergi setiap hari *** Angin berhembus…
Ihwal Hujan dan Pertemuan Tak ada yang mengetahui kapan awan akan bersenggama dengan warna hitam demi melahirkan rintik-rintik hujan agar bumi tempat kita berpijak menjadi dingin laiknya…
Arti Selembar Puisi Sebab malam usai, Menabur benci dalam mata dan hati, Kini terurai kasih dalam dada sendu, Pelukan menguak kisah yang kembali, Tertata dengan rapi. Rekah bunga…
Menjelma Iblis Windy, Roni, bahkan mungkin Aan jua. Telah terjamah suara Allah bagi hati mereka. Bangkit, ingin segera bersujud di lantai usang. Katanya, aku takut kepada Allah.…
Melepaskan Ais Aku telah menyimpanmu Bertahun–tahun lamanya Hingga pada akhirnya takdir mengambilmu mengakui engkau adalah miliknya Aku terpaksa menelan luka Biar Engkau selalu damai Pada keharuman akad…
Azimat segala puja-puji pada hiasan kata ini memenggal kepala kalimat, menjadi azimat mulia pada pergelangan kaki. kau suka tiba di sebuah kota pada pagi hari, lewati lambaian…
‘Nak ‘Nak Tiga huruf bersusun menghasilkan bunyi. Memorak-porandakan sanubari. Bulu kuduk berdiri tegak, menyaksikan guncangan. Kelopak telinga terbuka lebar. Angin membawa ia masuk. Buih bening, berjejeran jatuh.…
Siti, Rawatlah Sepi Ini Siti, Kau mengenalku akrab sebagai kesunyian, setiap labirin Atau tempat mengerikan lain: kota misalnya, hanya sebatas nyala lilin Yang letih dan lekas…
Al-Masih sedarah-darahnya diri kau lukamu tidak lebih dalam dari mata tombak yang melukai lambung-Nya (Kupang, 2021) __________ Maryam di sebuah sinagoga…