engkau yang kerap menimang dan berkisah tentang sebuah kampung yang tak pernah kusinggahi-- dan hanya meninggalkan bekas peta di dalam kepala.
Arsip
engkau yang kerap menimang dan berkisah tentang sebuah kampung yang tak pernah kusinggahi-- dan hanya meninggalkan bekas peta di dalam kepala.
aku terus berjalan, bersamamu. melalui juli demi juli. menyimpan cahaya teduh yang kerap berjatuhan dari matamu.
kerumunan langkah manusia. berebut ke simpang jalan, seperti mematuki pembuluh tubuhmu. di antara udara putus asa, kecemasan meronta.
di antara limbung tubuh lelah, remah amarah yang keruh. kita ingat, untuk tetap bertahan pada riuh kota, memasuki setiap simpang jalan.