DUKHAN (… kabut itu meliputi manusia…-Qs. Ad-dukhan, a.11) “Suatu saat, entah kapan orang-orang bakal berlarian mencari pintu pintu Tuhan” kabut – kabut itu mulai merabah ke tubuh…
Topik
DUKHAN (… kabut itu meliputi manusia…-Qs. Ad-dukhan, a.11) “Suatu saat, entah kapan orang-orang bakal berlarian mencari pintu pintu Tuhan” kabut – kabut itu mulai merabah ke tubuh…
Derai-Derai Cemara cemara menderai sampai jauh terasa hari jadi akan malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah…
Puisi – Puisi Paavo Haavikko | Terjemahan Eka Ugi Sutikno Puisi Pertama Pada perak berburu, Sisi demi sisi: Gambar itu. Agar mereka berkata padamu . . .…
Si Anak Gunung Nenek moyangnya seorang petani Gemar menanam setiap pagi Berteduh caping di lereng gunung berapi Tiada letih pulang pergi setiap hari *** Angin berhembus…
Ihwal Hujan dan Pertemuan Tak ada yang mengetahui kapan awan akan bersenggama dengan warna hitam demi melahirkan rintik-rintik hujan agar bumi tempat kita berpijak menjadi dingin laiknya…
Arti Selembar Puisi Sebab malam usai, Menabur benci dalam mata dan hati, Kini terurai kasih dalam dada sendu, Pelukan menguak kisah yang kembali, Tertata dengan rapi. Rekah bunga…
Melepaskan Ais Aku telah menyimpanmu Bertahun–tahun lamanya Hingga pada akhirnya takdir mengambilmu mengakui engkau adalah miliknya Aku terpaksa menelan luka Biar Engkau selalu damai Pada keharuman akad…