Ke sebuah hilir yang keruh, gemuruh Batang Merangin berpiuh dengan batu-batu lalu jatuh dalam sepucuk embun.
Topik
Ke sebuah hilir yang keruh, gemuruh Batang Merangin berpiuh dengan batu-batu lalu jatuh dalam sepucuk embun.
Sebuah Puisi 1 Ada yang meloncat, jendela. Malam itu gelap. Seorang manusia kecil, berlari menusuk Rembulan dan mengumpulkannya bersama reranting. Dilihat sesaat, bagaimana cahayanya yang pasi. Meronta di…
Dwi Rahariyoso. Lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 5 September 1981. Beberapa puisinya pernah termuat dalam antologi bersama dan beberapa media cetak lokal dan daring. Alumnus prodi Sastra Fakultas…
Membaca buku antologi puisi Kavaleri Malam Hari seperti kembali mendapatkan ‘tongkat’ yang membimbing langkah kaki dalam menapaki sebuah perjalanan terjal yang berat. Hidup yang semakin samar dan kabur,…