Lewati ke konten

Profil Tokoh & Penulis

Kristin Fourina

Lahir di Yogyakarta, 13 November 1987. Menyelesaikan pendidikan di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Tulisannya berupa cerita anak-anak, cerita remaja, cerpen, puisi, dan opini pernah dimuat di beberapa media massa. Cerpen-cerpennya termuat dalam beberapa antologi bersama, Rendezvous di Tepi Serayu (2009) yang diselenggarakan oleh STAIN Purwokerto, Antologi Peraih Anugerah Golden Award (2010) yang diselenggarakan oleh PT Rohto Laboratories Indonesia dan Rayakultura, Lelaki yang Dibeli (2011) yang diselenggarakan oleh STAIN Purwokerto, Lemon Cake: Calon Suamiku Harus Bisa Membuat Lemon Cake Terenak (2012) terbitan DivaPress, dan Bayang-bayang (2012) terbitan Garudhawaca.

Lahir di Yogyakarta, 13 November 1987. Menyelesaikan pendidikan di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Tulisannya berupa cerita anak-anak, cerita remaja, cerpen, puisi, dan opini pernah dimuat di beberapa media massa. Cerpen-cerpennya termuat dalam beberapa antologi bersama, Rendezvous di Tepi Serayu (2009) yang diselenggarakan oleh STAIN Purwokerto, Antologi Peraih Anugerah Golden Award (2010) yang diselenggarakan oleh PT Rohto Laboratories Indonesia dan Rayakultura, Lelaki yang Dibeli (2011) yang diselenggarakan oleh STAIN Purwokerto, Lemon Cake: Calon Suamiku Harus Bisa Membuat Lemon Cake Terenak (2012) terbitan DivaPress, dan Bayang-bayang (2012) terbitan Garudhawaca.

Karya oleh Kristin Fourina

Cerpen · Kristin Fourina
October 1, 2023

Gadis Embun | Cerpen Kristin Fourina

  Selepas subuh, berjalanlah dengan pelan ketika kau melewati Jembatan Bantar, jembatan yang menghubungkan Bantul dengan Kulonprogo. Kau akan menemukan seorang perempuan tua yang duduk di pinggir jembatan…

Cerpen · Kristin Fourina
September 24, 2023

Api | Cerpen Kristin Fourina

“Aku masih berusaha membunuh api dalam kenangan ibuku dan ibumu,” bisikanku seperti hembusan siang yang membakar kenangan. Keheningan menenggelamkan ingatanku dan ingatanmu pada api. Kupandang anyaman ingatan itu…

Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.